Skip to Content
Loading...
WhatsApp Admin
WhatsApp Admin
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Pesantren Bergerak Bersama Zaman Tanpa Kehilangan Akar Tradisinya

Pesantren Bergerak Bersama Zaman Tanpa Kehilangan Akar Tradisinya

Perkembangan zaman berjalan begitu cepat. Teknologi berkembang, sistem pendidikan berubah, dan pola kehidupan masyarakat terus bergerak maju. Menyadari hal tersebut, Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Daarussa’adah mengambil langkah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri pesantren.

Sebagai lembaga pendidikan Islam yang berlandaskan tradisi ulama, Daarussa’adah memandang bahwa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus ditolak, tetapi sesuatu yang perlu diarahkan. Oleh karena itu, pondok pesantren terus melakukan penataan dalam sistem manajemen pendidikan agar lebih terarah, terukur, dan sistematis, sehingga pesantren mampu berkembang dan tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

Berbagai langkah pembaruan mulai dijalankan di lingkungan pondok. Di antaranya dengan adanya unit sekolah formal, penggunaan pembelajaran berbasis multimedia, pelatihan dasar kepemimpinan santri melalui kegiatan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan), serta pengembangan website dan media sosial resmi pondok sebagai sarana dakwah dan informasi kepada masyarakat.

Selain itu, pondok pesantren juga mulai memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi Pesantren Smart Digital (PSD). Aplikasi ini menjadi sarana penghubung antara pondok pesantren dengan para wali santri. Melalui sistem ini, para orang tua dapat memonitor perkembangan dan aktivitas anaknya di pondok secara lebih mudah dan transparan.


Dalam sistem ini juga diterapkan kartu jajan santri, sehingga santri tidak lagi menggunakan uang tunai (cash). Seluruh transaksi jajan di lingkungan pondok dilakukan menggunakan kartu tersebut. Hal ini bertujuan agar lebih tertib, aman, dan terkontrol, serta memudahkan pengawasan penggunaan uang oleh para wali santri.

Langkah ini merupakan salah satu bentuk terobosan pesantren dalam menghadapi perkembangan zaman, sekaligus upaya untuk membangun sistem manajemen yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar pesantren.

Semua gagasan tersebut berangkat dari arahan dan visi guru kita, Abuya KH. Edi Maulana, yang kemudian dilanjutkan dan dikembangkan oleh Gus Shonhaji Maulana agar Pondok Pesantren Daarussa’adah menjadi lembaga yang semakin tertata, rapi, dan memiliki sistem manajemen yang kuat.

Namun penting untuk dipahami bahwa modernisasi yang dilakukan bukan berarti meninggalkan tradisi pesantren. Justru sebaliknya, semua perkembangan ini dilakukan tanpa meninggalkan adat, nilai, dan budaya pesantren salafiyah yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu.

Menurut Gus Shonhaji, pondok pesantren salafiyah bukanlah dilihat dari bangunan yang sederhana atau fasilitas yang terbatas. Salafiyah adalah tradisi keilmuan para ulama salaf yang tetap dijaga dan diamalkan.

Selama pesantren masih mengajarkan kitab-kitab klasik (kitab kuning) seperti Safinah, Fathul Qorib, Jurumiyah dan kitab-kitab turats lainnya, serta tetap menjaga metode pengajaran ulama terdahulu, maka pesantren tersebut tetap termasuk pesantren salafiyah, meskipun bangunannya megah, sistem manajemennya modern, dan memiliki unit sekolah formal.

Prinsip ini sejalan dengan sebuah maqolah yang sangat masyhur di kalangan ulama:

المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح

“Menjaga tradisi lama yang baik, dan mengambil hal baru yang lebih baik.”

Inilah ruh yang menjadi pegangan Pondok Pesantren Daarussa’adah. Tradisi ulama tetap dijaga, sanad keilmuan tetap dipelihara, adab tetap menjadi fondasi utama, namun pada saat yang sama pesantren terus membuka diri terhadap perkembangan zaman yang membawa kemaslahatan.

Cara pandang ini juga selaras dengan manhaj Nahdlatul Ulama, yang sejak dahulu dikenal sebagai organisasi yang menjaga tradisi ulama sekaligus mampu berdialog dengan perkembangan zaman.

Dengan semangat tersebut, Pondok Pesantren Daarussa’adah bertekad untuk terus melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, memiliki kemampuan kepemimpinan, serta siap menghadapi tantangan zaman, tanpa kehilangan akar tradisi keilmuan Islam yang bersumber dari para ulama salaf.

Karena sejatinya, pesantren bukan hanya tempat belajar.
Pesantren adalah tempat menjaga warisan ulama, menanamkan adab, dan menyiapkan generasi masa depan umat.


Berbagi

Postingan Terkait

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?