- Diposting oleh : daarussaadahpesawaran.com
- pada tanggal : Februari 24, 2026
Kajian kitab turats merupakan salah satu pilar utama pendidikan di Pondok Pesantren Daarussaadah. Melalui kajian ini, santri diarahkan untuk memahami ajaran Islam secara mendalam, sistematis, dan bersumber dari khazanah keilmuan para ulama salaf. Kitab-kitab klasik yang diajarkan menjadi fondasi penting dalam membentuk pemahaman agama yang lurus, moderat, dan bertanggung jawab.
Dalam kajian turats, santri mempelajari berbagai disiplin ilmu pokok, di antaranya Fiqih sebagai pedoman praktis dalam menjalankan ibadah dan muamalah sehari-hari. Pembelajaran fiqih tidak hanya menekankan hafalan hukum, tetapi juga pemahaman dalil dan penerapannya dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, santri mampu beribadah dengan benar serta memahami perbedaan pendapat ulama secara bijak.
Ilmu Tauhid menjadi dasar dalam menanamkan aqidah yang shahih. Melalui kajian tauhid, santri dibimbing untuk mengenal Allah SWT dengan benar, memahami rukun iman, serta menjauhi pemahaman yang menyimpang. Penguatan tauhid diharapkan membentuk keyakinan yang kokoh dan menjadi landasan utama dalam seluruh aspek kehidupan santri.
Sebagai sarana memahami sumber ajaran Islam secara langsung, santri juga mempelajari Nahwu dan Sharaf. Kedua ilmu alat ini berperan penting dalam memahami teks Al-Qur’an, hadits, dan kitab-kitab turats berbahasa Arab. Dengan penguasaan nahwu dan sharaf, santri dilatih untuk membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab klasik secara mandiri dan bertahap.
Selain itu, kajian Akhlak menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan pesantren. Melalui kitab-kitab akhlak, santri dibina untuk memiliki kepribadian yang santun, rendah hati, jujur, dan bertanggung jawab. Pendidikan akhlak tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan para ustadz dan budaya pesantren.
Ilmu Ushul Fiqh juga diajarkan sebagai bekal santri dalam memahami metode pengambilan hukum Islam. Dengan mempelajari ushul fiqh, santri diajak mengenal kaidah-kaidah istinbath hukum, sehingga tidak bersikap kaku maupun serampangan dalam memahami permasalahan fiqih kontemporer. Disiplin ilmu lain yang relevan turut diajarkan untuk melengkapi wawasan keislaman santri.
Seluruh kajian turats di Pondok Pesantren Daarussaadah dilaksanakan secara bertahap, terstruktur, dan dibimbing langsung oleh para ustadz yang kompeten. Metode pembelajaran menekankan keseimbangan antara pemahaman teks, diskusi, dan pengamalan nilai-nilai keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kajian turats yang komprehensif ini, Pondok Pesantren Daarussaadah Pesawaran Lampung berkomitmen mencetak santri yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjaga dan melanjutkan tradisi keilmuan Islam secara amanah dan bertanggung jawab.
