- Diposting oleh : daarussaadahpesawaran.com
- pada tanggal : Februari 24, 2026
Dari Anak-Anak yang Sedang Menjaga Al-Qur’an
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ayah, Ibu yang kami cintai,
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, mungkin rindu sering datang tanpa diundang. Rindu melihat wajah kami saat sahur, rindu suara kami ketika berbuka, rindu kebersamaan yang sederhana namun hangat. Dari kejauhan, izinkan kami menulis sepucuk surat ini—sebagai penguat hati Ayah dan Ibu.
Di Pondok Pesantren Daarussa’adah, kami menjalani Ramadan dengan cara yang berbeda. Pagi-pagi sekali kami bangun, bersahur bersama teman-teman, lalu duduk bersimpuh dengan mushaf di tangan. Dalam sunyi Subuh, kami mengulang hafalan—pelan, kadang terbata, namun penuh harap. Setiap ayat yang kami jaga, kami niatkan sebagai hadiah untuk Ayah dan Ibu.
Puasa memang terasa. Lelah juga datang. Ada hari-hari ketika hafalan terasa berat, dan rindu rumah mengetuk hati. Namun di saat-saat itu, kami belajar tentang sabar. Kami belajar bahwa jalan Al-Qur’an memang bukan jalan yang mudah, tetapi jalan yang mulia. Guru-guru membimbing kami dengan sabar, mengingatkan kami bahwa setiap huruf yang kami baca bernilai pahala—dan pahala itu mengalir pula kepada orang tua.
Malam Ramadan di pondok terasa hening dan khusyuk. Setelah tarawih, kami kembali bersama Al-Qur’an. Ada yang muroja’ah, ada yang memperbaiki bacaan, ada yang meneteskan air mata dalam qiyamullail. Di saat itulah, nama Ayah dan Ibu sering kami sebut dalam doa. Kami memohon agar Allah menjaga Ayah dan Ibu, membalas setiap pengorbanan, dan menjadikan kami anak-anak yang kelak bisa membanggakan di dunia dan akhirat.
Ayah, Ibu,
Mungkin Ayah dan Ibu belum melihat hasilnya sekarang. Hafalan kami masih proses, adab kami masih terus dibentuk, dan diri kami masih belajar. Tapi percayalah, di tempat ini kami sedang ditempa. Kami belajar disiplin, hidup sederhana, menghormati guru, dan mencintai ilmu. Kami belajar menjadi pribadi yang kuat—bukan hanya di lisan, tetapi di hati.
Terima kasih, Ayah dan Ibu,
Telah mempercayakan kami pada jalan ini. Telah merelakan jarak demi masa depan yang lebih terang. Doa Ayah dan Ibu adalah kekuatan kami. Semoga suatu hari nanti, Al-Qur’an yang kami jaga ini menjadi cahaya yang mempertemukan kita kembali—di dunia dengan kebanggaan, dan di akhirat dengan kemuliaan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dari kami, anak-anakmu yang sedang belajar mencintai Al-Qur’an.

